2+4 hrs...Twogether Fourever

Khamis : 3 April 2025   
@ 5 Syawal 1446H / 8:09 PM

15Jumaat,Julai

Pilih makan ikut iman

KUALA LUMPUR : Pengguna terutama beragama Islam seharusnya mewujudkan desakan supaya pemilik restoran atau hotel mendapatkan sijil halal sah dan menggunakan logo Halal Malaysia Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) bagi menjamin status halal makanan disediakan.
 
Pengarah Komunikasi Gabungan Persatuan Pengguna Malaysia (Fomca), Mohd Yusof Abdul Rahman berkata, jika tiada desakan daripada pengguna, pemilik restoran atau hotel tiada inisiatif mendapatkan sijil halal Jakim dan hanya menggunakan istilah halal bagi menarik pengguna Islam.

"Masalahnya, jika hanya menggunakan istilah halal, kita sendiri tidak tahu daripada mana sumber makanan yang digunakan akhirnya menyebabkan pengguna terkeliru.
 
"Sedangkan halal itu bukan saja mengambil kira sumber makanan digunakan malah meliputi banyak aspek lain, seperti proses pembuatan, tempat penyimpanan dan kebersihan.

"Tindakan larangan penggunaan istilah halal oleh Jabatan Agama Islam Selangor (Jais) adalah satu langkah yang dipuji dan tepat pada masanya kerana kita bimbang orang Islam akan berterusan dihidangkan makanan yang tidak diyakini status halalnya," katanya ketika dihubungi.

Mohd Yusof berkata, walaupun penggunaan sijil halal bukan paksaan namun khuatir penyediaan makanan tidak menepati kehendak syarak walaupun restoran itu dimiliki orang Islam.
 
"Contohnya, terdapat banyak restoran pemiliknya beragama Islam tidak mendapatkan sijil halal kerana yakin makanan disediakan halal, namun kita tidak pasti sama ada restoran mereka benar-benar mengutamakan kebersihan atau tidak malah ada yang tidak mengambil berat daripada mana datangnya sumber makanan," katanya.
 
Harian Metro sebelum ini melaporkan mengenai larangan penggunaan istilah atau perkataan halal oleh pemilik hotel dan restoran sebaliknya perlu menggunakan Logo Halal Malaysia saja selepas mendapat status jaminan itu daripada Jakim atau Jais.
 
Semua pemilik atau pengusaha restoran yang enggan berbuat demikian akan dikenakan tindakan pihak berkuasa kerana perintah larangan itu sudah dikeluarkan terhadap semua pengusaha produk makanan.

Sementara itu, Penasihat Persatuan Pengguna Islam Malaysia (PPIM) Dr Ahmad Zaki Ismail berkata, larangan berkenaan harus dicontohi jabatan agama negeri yang lain selain mewujudkan kerjasama dengan Jakim untuk memastikan produk makanan dikeluarkan pengusaha terjamin halal.
 
"Proses mendapatkan sijil halal melalui prosedur yang ketat malah Jakim sememangnya sudah diketahui mempunyai pengalaman yang luas dalam pensijilan halal.
 
"Pengguna juga perlu bijak memilih makanan dengan mengikut iman bukan hawa nafsu semata-mata selain menyokong hanya produk atau restoran makanan yang mendapat sijil halal Jakim saja," katanya.
 
Oleh Yusliza Yakimir Abd Talib
yusliza@hmetro.com.my
Cik NiNe Che Kadir , Jumaat, Julai 15, 2011 | 0 komentar :: Best Blogger Tips
  • Share On Facebook
  • Digg This Post
  • Stumble This Post
  • Tweet This Post
  • Save Tis Post To Delicious
  • Float This Post
  • Share On Reddit
  • Bookmark On Technorati
Blog Gadgets

...lagi Artikel yang Berkaitan :

Terima kasih atas kunjungannya, Bila anda suka dengan artikel ini silakanlah JOIN TO MEMBER BLOG atau berlangganan geratis Artikel dari blog ini, daftarkan email anda pada form subscribe diatas . Pergunakan vasilitas diblog ini untuk mempermudah anda. Bila ada masalah dalam penulisan artikel ini silahkan kontak saya melalui kotak komentar yang ada dibawah atau gunakan fasilitas yang ada diblog ini untuk menghubingi saya.

Salam Blogger.... !!! .

PENULIS Cik NiNe Che Kadir

Nama Penuh saya ialah Cik NiNe Binti Che Kadir, saya menggunakan nama pena C9 dan Cik 9P. Mulus

0 komentar :: :

1. Komentar SPAM Akan secepatnya dihapus
2. Pastikan untuk " Berlangganan Lewat Email " untuk membangun kreatifitas blog ini
3. Cek komentar masuk sebelum bertanya.
4. Link aktiv tidak akan berpungsi.
5. Dilarang menyebarluaskan artikel tanpa persetujuan dari saya.
6. Untuk mengajukan pertanyaan diluar postingan diatas, silahkan klik " Forum Diskusi "
7. Bergabung dengan kami untuk menjadi member Klik " Join to Member "
8. Komentar yang mengandung code tag HTML, konversikan terlebih dulu silahkan klik " Konversi Kode "

Konversi Kode Forum Diskusi Join to Blog