Kenapa perlu susah-payah jika semuanya telah pun ditakdirkan? Kenapa harus kecewa sebelum bertemu gembira? Kenapa si dia tidak datang begitu sahaja?
Begitu juga para sahabat nabi, mereka pernah bertanyakan soalan yang hampir sama lebih 1400 tahun yang lalu.
Menurut Ali Abi Talib, pada suatu hari ketika para sahabat sedang menghadiri satu pengkebumian, Rasulullah datang dan duduk berhampiran. Para sahabat kemudian duduk mengelilinginya. Beliau menggenggam sebatang kayu kecil sambil menggores-gores tanah. Rasulullah kemudian bersabda, "Setiap daripada kamu yang diciptakan telah pun ditentukan neraka atau syurganya." Bertanya salah seorang sahabat, "Kalau demikian, apa perlunya kita beramal ya Rasulullah?"
Mendengar sedemikan, Rasulullah bersabda lagi, "Beramallah, setiap orang akan dipermudahkan oleh Allah kepada jalan yang telah ditetapkan oleh-Nya." Kemudian beliau membaca surah Al-Lail ayat 5 hingga 10" [1]
Di dalam surah Al-Lail ayat 5 hingga 10, Allah telah berfirman, "Adapun orang yang memberikan (menafkahkan hartanya) apa yang ada padanya ke jalan kebaikkan dan bertakwa (mengerjakan suruhan Allah dan meninggalkan segala laranganNya). Dan dia mengakui dengan yakin akan perkara yang baik. Maka sesungguhnya Kami akan memberikannya kemudahan untuk mendapat kesenangan (syurga). Sebaliknya orang yang bakhil (daripada berbuat kebaikkan) dan berasa cukup dengan kekayaan dan kemewahannya. Dan dia mendustakan perkara yang baik. Maka sesungguhnya Kami akan memberikannya kemudahan untuk mendapat kesusahan dan kesengsaraan. "
Begitulah penjelasan nabi ke atas pengertian takdir dan amalan manusia. Beliau tidak menyuruh para sahabat mempersoalkan ketentuan tuhan, sebaliknya menyuruh mereka memberi fokus kepada usaha dan amalan semata-mata.
Firman Allah di dalam Surah Al-Mulk ayat 2, "Dia lah yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) - untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu: siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya;"
Hidup ini adalah untuk berusaha dan beramal, bukan untuk mempersoalkan takdir. Jangan ditanya, "kenapa perlu mencari si dia sedangkan si dia telah pun ditentukan" sebaliknya tanyalah diri sendiri "apakah usaha yang telah dicurahkan di dalam perjalanan mencari si dia."
Wallahu'alam.
From: Kelakar@yahoogroups.com [mailto:Kelakar@yahoogroups.com] On Behalf Of mohd naim mohd zain
Sent: Tuesday, December 08, 2009 11:55 AM
To: Sahabat Tazkirah; Taman2 Syurga; respeks_group@yahoogroups.com; kelakar@yahoogroups.com; SurauKampung@yahoogroups.com; KYP; Islam Cara Hidupku
Subject: [kLk] Kenapa Perlu Berusaha Sedangkan Semuanya Telah Ditentukan?

Terima kasih atas kunjungannya, Bila anda suka dengan artikel ini silakanlah JOIN TO MEMBER BLOG atau berlangganan geratis Artikel dari blog ini, daftarkan email anda pada form subscribe diatas . Pergunakan vasilitas diblog ini untuk mempermudah anda. Bila ada masalah dalam penulisan artikel ini silahkan kontak saya melalui kotak komentar yang ada dibawah atau gunakan fasilitas yang ada diblog ini untuk menghubingi saya.
Salam Blogger.... !!! .
Nama Penuh saya ialah Cik NiNe Binti Che Kadir, saya menggunakan nama pena C9 dan Cik 9P. Mulus

0 komentar :: :
1. Komentar SPAM Akan secepatnya dihapus
Konversi Kode Forum Diskusi Join to Blog2. Pastikan untuk " Berlangganan Lewat Email " untuk membangun kreatifitas blog ini
3. Cek komentar masuk sebelum bertanya.
4. Link aktiv tidak akan berpungsi.
5. Dilarang menyebarluaskan artikel tanpa persetujuan dari saya.
6. Untuk mengajukan pertanyaan diluar postingan diatas, silahkan klik " Forum Diskusi "
7. Bergabung dengan kami untuk menjadi member Klik " Join to Member "
8. Komentar yang mengandung code tag HTML, konversikan terlebih dulu silahkan klik " Konversi Kode "